Kedamaian yang hakiki akan pengunjung rasakan dilokasi ini. Bila pengunjung pemeluk agama Buddha, lokasi ini adalah lokasi persembahyangan yang paling tenang dan tentram. Berniat kesini?!
PAGODA! Ya masyarakat sekitar memberi nama “pagoda di (Simpang) Tongkoh”, sementara nama “Taman Alam Lumbini” sendiri kurang familiar untuk warga Sumatera Utara. Replika pagoda Shwedagon yang ada di Taman Alam Lumbini Berastagi merupakan replika tertinggi kedua yang terletak di luar Myanmar sekaligus menjadi pagoda tertinggi di Indonesia. Karena warnanya yang kuning keemasan, masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan Pagoda Emas.
Pagoda Emas ini terletak di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat, Karo – Sumatera Utara. Selain Pagoda Emas yang juga digunakan untuk beribadah umat Buddha, ada juga sebuah taman berisi bunga-bunga dan aneka tanaman. Jika sedang tidak ada jadwal ibadah, pengunjung boleh masuk ke dalam Pagoda Emas, dengan catatan harus berpakaian sopan dan menjaga ketertiban.
Di sekitar pagoda, pengunjung akan disuguhkan patung-patung little Buddha dengan berbagai gaya yang banyak tersebar di taman. Saat melihat patung-patung tersebut, biasanya pengunjung akan mendengar melodi-melodi yang berasal dari lonceng-lonceng kecil yang berada di pagoda.
Berniat kesini?!
Dari Medan Anda bisa naik sepeda motor ataupun bus, sampai di Simpang Tongkoh atau yang dikenal dengan Tugu Buah Jeruk, berbelok ke kiri. Tak begitu jauh ada jalan masuk ke kanan, jalanan berkerikil dengan kebun-kebun stroberi di sisi jalan yang menjual stroberi petik sendiri. Ikuti saja jalan itu karena akan berakhir di Taman Alam Lumbini.
Lumbini, berdasarkan ajaran Buddha, adalah tempat dilahirkannya Siddhartha Gautama oleh Ratu Mayadevi sebelum mendapatkan Pencerahan beberapa tahun kemudian dan menjadi Buddha Gautama sekaligus sebagai penemu ajaran Buddha. Lumbini sendiri terletak di Distrik Rupandehi di Nepal. Nama Taman Alam Lumbini Berastagi memang diambil dari nama lokasi tersebut. Bedanya, bila Lumbini yang asli terletak di Nepal, Taman Alam Lumbini adanya di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat. Butuh waktu dua jam untuk mencapa i lokasi ini bila menempuh perjalanan darat dari Medan.
Ketika masuk di area Taman Alam Lumbini Berastagi, Anda tidak perlu membayar sedikit pun untuk tiket masuk. Yang Anda harus lakukan hanyalah mengisi buku tamu yang terdapat di depan gerbang masuk. Meski gratis, namun lokasi ini punya fasilitas yang lengkap dan nyaman khusus untuk para pengunjung.
Dibuka sejak tahun 2010, taman seluas 3 hektar ini punya banyak hal menarik yang jadi alasan para wisatawan jauh-jauh berkunjung kemari. Salah satu yang paling terkenal adalah replika Pagoda Shwedagon yang aslinya berada di Myanmar. Pengunjung tidak akan melupakan sensasi menyebrangi jembatan gantung ketika menuju ke lokasi Pagoda. Jembatan gantung yang diberi nama Titi Lumbini ini memiliki panjang 20 meter dengan suasana taman yang berpadu dengan hutan asli di bawahnya. Jangan lupa untuk membawa jaket, khususnya bila berkunjung pada musim hujan, karena udara di daerah ini cukup dingin.
Kedamaian yang hakiki akan pengunjung rasakan di lokasi ini. Bila pengunjung pemeluk agama Buddha, lokasi ini adalah lokasi persembahyangan yang paling tenang dan tentram. Pengunjung juga diwajibkan untuk melepas alas kaki ketika masuk ke dalam pagoda. Selain itu, jangan memotret atau makan dan minum selama di dalam pagoda agar tidak mengganggu umat yang sedang bersembahyang.
Sekedar informasi Pagoda Shwedagon adalah pagoda paling agung di dunia yang terletak di kota Yangon Negara Myanmar. Kata “Shwe” berarti emas dan “Dagon” adalah nama terdahulu dari kota Yangon (Ibukota Myanmar). “Shwedagon” memiliki arti pagoda emas di kota Dagon. Pagoda tersebut dipercaya telah dibangun sejak lebih dari 2.600 tahun yang lalu, dimana pada saat Sang Buddha Gautama masih hidup. Menurut legenda dari pagoda tersebut, dua orang bersaudara yang berprofesi sebagai pedagang dari Myanmar, bernama Tapussa dan Bhallika, memimpin karavan kereta kerbau ke India dan menemui Sang Buddha yang baru mencapai Kesempurnaan atau Ke-Buddha-an.
Replika Pagoda Shwedagon dipercaya memiliki tingkat kesakralan yang sangat tinggi. Bagi pengunjung yang ingin berdoa, dapat melakukan pradaksina searah jarum jam mengelilingi areal mandala sebanyak 3 kali sambil melafalkan doa sesuai dengan kepercayaan masing-masing lalu melakukan pelimpahan jasa dan mendoakan harapan dan keinginan hati. Semoga dengan dukungan karma dan perbuatan baik masing-masing, doa anda dapat terkabulkan. (berbagai sumber/Foto:Istimewa)



Comments
Post a Comment