Warung itu tepat berada di seberang Klenteng Eng An Kiong dan di sebelah Rumah Kematian Panca Budi, tepatnya di jalan Martadinata nomor 66 Malang . Tempatnya tak terlalu besar, hanya berukuran sekitar 5 x 3 meter. Di atas pintu masuk hanya ada plakat nama yang dibuat dari triplek dan tulisan stensil dari cat semprot. Meski begitu, tempat ini selalu penuh dengan pelanggan. Dari depan, semerbak wangi aroma campuran tahu dan telur yang digoreng begitu menggoda. Ada dua jenis menu yang ditawarkan, tahu telur dan tahu saja. Pengiringnya bisa dipilih, ingin menggunakan nasi atau lontong. Secara fisik tidak terlalu jauh berbeda dari tahu lontong pada umumnya. Dalam satu piring pasti ada kecambah, mentimun, dan kerupuk yang tidak pernah ketinggalan. Tapi, setelah bumbu kacangnya menyentuh lidah barulah terasa perbedaannya. Begitu lembut dan legit, tidak terlalu manis tapi juga tidak hambar. Proses dan penyajian menu yang cepat menjadi nilai lebih dari depot legendaris ini. Inil...
Mengikuti, Menyamakan serta Menambahkan hanya untuk sedikit berbeda